Selasa, 08 Januari 2013



Pemrograman Bahasa Assembly

BAB I 

BILANGAN 


1.1. BERBAGAI JENIS BILANGAN
           Didalam pemrograman dengan  bahasa  assembler, bisa digunakan  berbagai  jenis bilangan. Jenis bilangan yang  bisa digunakan, yaitu: Bilangan biner, oktaf, desimal dan hexadesimal. Pemahaman terhadap jenis-jenis bilangan ini adalah penting, karena akan sangat membantu kita dalam pemrograman yang sesungguhnya.  

1.1.1. BILANGAN BINER
            Sebenarnya semua bilangan, data maupun program itu sendiri akan diterjemahkan oleh  komputer ke dalam  bentuk  biner. Jadi pendefinisisan  data  dengan jenis bilangan apapun(Desimal, oktaf dan hexadesimal) akan selalu diterjemahkan oleh komputer ke dalam bentuk biner.  Bilangan biner adalah bilangan yang hanya terdiri atas  2 kemungkinan(Berbasis dua),  yaitu 0 dan 1. Karena berbasis 2, maka pengkorversian ke dalam bentuk desimal adalah  dengan mengalikan suku ke-N dengan 2N. 
Contohnya: bilangan biner 01112 = (0 X 23) + (1 X 22) + (1 X 21) +(1 X 20) = 710.  

1.1.2. BILANGAN DESIMAL
          Tentunya jenis bilangan ini sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Bilangan Desimal adalah jenis bilangan yang paling banyak dipakai dalam  kehidupan sehari-hari, sehingga kebanyakan orang sudah akrab dengannya.  Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas  10 buah angka(Berbasis 10), yaitu angka 0-9. Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh. Misalkan pada angka 12310 = (1 X 102) + (2 X 101) + (1 X 100). 

1.1.3. BILANGAN OKTAL  
           Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8, artinya angka yang dipakai hanyalah antara 0-7. Sama halnya dengan jenis  bilangan yang lain, suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam  bentuk desimal dengan mengalikan suku ke-N dengan 8N. Contohnya bilangan 128 = (1 X 81) + (2 X 80) = 1010.

1.1.4. BILANGAN  HEXADESIMAL
Bilangan hexadesimal merupakan bilangan yang berbasis 16. Dengan angka yang digunakan berupa:  0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.  Dalam pemrograman assembler, jenis bilangan ini boleh dikatakan yang  paling banyak digunakan. Hal ini dikarenakan mudahnya pengkonversian bilangan ini dengan bilangan yang lain, terutama dengan bilangan biner dan desimal. Karena berbasis 16, maka 1 angka pada hexadesimal akan menggunakan 4 bit.  

1.2. BILANGAN BERTANDA DAN TIDAK
Pada assembler bilangan-bilangan dibedakan lagi menjadi 2, yaitu bilangan bertanda dan tidak. Bilangan bertanda adalah bilangan yang mempunyai arti plus(+) dan minus(-), misalkan angka 17 dan -17. Pada bilangan tidak bertanda, angka negatif(yang mengandung tanda '-') tidaklah dikenal. Jadi angka -17 tidak akan akan dikenali sebagai angka -17, tetapi sebagai angka lain.  Kapan suatu bilangan perlakukan sebagai bilangan bertanda dan tidak?
Assembler akan selalu melihat pada Sign Flag, bila pada flag ini bernilai 0, maka bilangan akan diperlakukan sebagai bilangan tidak bertanda, sebaliknya jika flag ini bernilai 1, maka bilangan akan  diperlakukan sebagai bilangan bertanda.  Pada bilangan bertanda bit terakhir (bit ke 16) digunakan sebagai tanda plus(+) atau minus(-). Jika pada bit terakhir bernilai 1 artinya bilangan tersebut adalah bilangan negatif, sebaliknya jika bit  terakhir bernilai 0, artinya bilangan tersebut adalah bilangan positif

(Gambar 1.1). 
+--------------------------------------------+ 
|       >>>>    Bilangan    <<<<             | 
+------------+---------------+---------------+ 
|  Biner     |Tidak Bertanda |  Bertanda     | 
+------------+---------------+---------------+ 
| 0000 0101  |    + 5        |    + 5        | 
| 0000 0100  |    + 4        |    + 4        | 
| 0000 0011  |    + 3        |    + 3        | 
| 0000 0010  |    + 2        |    + 2        | 
| 0000 0001  |    + 1        |    + 1        | 
| 0000 0000  |      0        |      0        | 
| 1111 1111  |    + 255      |    - 1        | 
| 1111 1110  |    + 254      |    - 2        | 
| 1111 1101  |    + 253      |    - 3        | 
| 1111 1100  |    + 252      |    - 4        | 
| 1111 1011  |    + 251      |    - 5        | 
| 1111 1010  |    + 250      |    - 6        | 
+------------+---------------+---------------+ 
Gambar 1.1. Bilangan Bertanda dan Tidak 



to be continue ,,,hee,, :P

S ' to

Tidak ada komentar:

Posting Komentar